Awal berdiri Radio Retjobuntung di malai dari kegemeran Bapak Aris Yudanto hobi bereksperimen membuat alat pemancar siaran radio dengan dukungan antena pancaran siaran dari batang bamboo dan diudarakanlah beberapa program acara. Pada tanggal 9 maret 1967 Bapak Aris Yudanto mulai menata secara pemanen dengan menggunakan  call station “Retjo Buntung”, dan pada tanggal 9 maret 1967 ditetapkan sebagai  tanggal berdirinya Radio Retjo Buntung Jokjakarta dengan menggunakan gelombang 5, 100, 107,30 dan berubah-ubah sesuai evaluasi  teknis dari pemerintah.

Radio Retjobuntung dengan motto “Melestarikan Budaya Bangsa” menyajikan program-program budaya daerah Jawa seperti Ketoprak, keroncong, wayangkulit dan dagelan mataram. Kerja keras awak Radio Retjo Buntung akhirnya menjadikan Radio Retjobuntung menjadi kepercayaan masyarakat  sebagai radio papan atas berdasarkan survey pendengar SRI. Dan pada tahun 1988, Radio Retjobuntung mendapatkan penghargaan International Golden Circle for Quality dari Business Initiative Direction Spanyol dan diterima tanggal 15 Juli 1988 dikota Madrid, Spanyol. Beberapa kegiatan semasa Radio Retjobuntung bekerja di frekuensi 1062 Khz seperti : mengikuti Gerak Jalan dan mengikuti acara Cepat Tepat di TVRI dan meraih juara 1 dalam rangka hari radio tgl 10 September  1985. Tdk jarang menghadirkan artis-artis ibukota yang nge top dijamannya spt betharia sonata, Odie agam, Iis dan Yayuk sugianto, dan masih banyak lagi lainnya. Off air yang menghadirkan pengisi suara sandiwara radio yg terkenal saat itu yaitu Bramakumbara dan Mantili.

Untuk meningkatkan kualitas penyajian siarannya, pada tanggal 1 januari 1992 Radio Retjobuntung memindahkan frekuensinya dari jalur AM 1062 KHz ke jalur FM dengan frekuensi 100,55 Mhz dengan motto siaran menjadi “ Citra Radio Keluarga”. Ternyata dalam perjalanannya, lagi-lagi Radio Retjobuntung menawarkan sesuatu  demi kepuasan pemiarsanya. Sejak 9 Maret 2001 bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke 34, Radio Retjobuntung membawa babak baru di dunia peradioan di Jogja . Dengan keberaniannya  menyajikan siaran selama 24 jam setiap hari, yaitu dari program reguler yang sudah berjalan dengan ditambah sajian khusus bernuansa etnika. Berbagai kegiatan semasa bekerja di frekw 100,55 FM diantaranya : Sepeda santai berhadiah 1 juta rupiah, Jumenengan Sri Sultan HAmengkubuwono X berupa sepeda sehat.

Pada bulan Maret 2004, kembali Radio Retjobuntung mengantongi prestasi sebagai radio nomor satu di Jogja berdasarkan hasil survey Nielsen Media Research tahun 2003. Pengaturan kanal frekwensi dari pemerintah pusat untuk semua radio mengharuskan Radio Retjobuntung menggeser frekuensi menjadi 99, 4 FM, tepatnya  mulai tanggal 3 Mei 2004. Untuk memberikan materi yang terbaik dan lebih kaya,Radio Retjobuntung membangun jaringan kerjasama tidak terbatas pada tingkat nasional, tetapi juga internasional seperti : Radio suara Jerman Deutsche Welle dan Voice of America.

Untuk menuntaskan keinginan mendengarkan siaran Retjo Buntung bagi yang berada diluar Jogja, maka sejak 19 Januari 2005 Radio Retjobuntung menghadirkan Live Streaming. Sehingga pemiarsa bisa  menikmati siaran Radio Retjobuntung melalui internet, tidak hanya  pemiarsa yang ada  di Indonesia tapi juga dari  seluruh belahan penjuru dunia. Akhirnya puji syukur dipanjatkan , atas bimbingan dan rahmat Allah SWT bahwasanya Radio Retjobuntung dapat bertahan , survive dan berkembang hingga saat ini.